Wilayah Tak Terjajah

by -33 Views
Ilustrasi wanita. dok.Google pic

Kepada matahari yang menyinari dua insan yang sama,

Akankah takdir yang sama pula menyertai keduanya?

 

Matahari yang pasti datang dan perginya diketahui,

Mengapa takdir tak dapat kuprediksi?

 

Kepada takdir yang tak pernah memberi peta,

Izinkan aku meminta petunjuk darimu.

Akankah cinta kian bertaut?

Akankah cinta kian tak membiru?

Akankah pertaruhan ini berakhir dengan kemenangan?

 

Sesungguhnya takdir terlalu lihai mengecewakan,

Piawai mempermainkan perasaan.

Dalam diam, ia menertawakan harapan yang kugenggam.

 

Namun, walau waktu tak pernah menunggu,

Walau peta tak kugenggam,

Aku akan tetap mencintaimu-meski pilu bersemayam di tubuhku,

Sebab mencintaimu adalah satu-satunya wilayah yang tak akan pernah bisa dijajah takdir.

 

Oleh; Emely Anata